Naskah Drama Legenda Candi Prambanan
Buatlah drama legenda candi prambanan
1. Buatlah drama legenda candi prambanan
dialog :
a. putri aku ingin menikahimu
b. aku bukan manusia murahan, kalau begitu buatlah 1000/100 candi dan sebelum ayam berkokok harus sudah selesai
a. kalau begitu aku lakukan demi kau
LOL :v
2. naskah drama candi prambanan dalam bahasa inggris dan terjemahannya
Penjelasan:
Once upon a time, there was an evil king whose name was Prabu Baka. He liked to sacrifice humans every day. He had a preference for killing young people. King Baka had a brief and faith governor named Patih Gupala.
(Suatu ketika, ada seorang raja jahat yang bernama Prabu Baka. Dia suka mengorbankan manusia setiap hari. Dia lebih suka membunuh anak muda. Raja Baka memiliki gubernur singkat dan beriman bernama Patih Gupala.)
Prabu Baka: I am the king of the kingdom and you are my society. All of you have to obey my rules. Ha....ha.....haa....... (he stood with arms akimbo)
(Prabu Baka: Saya adalah raja kerajaan dan Anda adalah masyarakat saya. Kalian semua harus mematuhi peraturan saya. Ha... .ha... ..haa ....... (Dia berdiri dengan tangan akimbo))
Prabu Baka: My governor..... Come here!!! I wanna eat someone. I'm hungry.
(Prabu Baka: Gubernur saya ..... Kemarilah !!! Saya ingin makan seseorang. Saya lapar.)
The 'Patih': My lord..... All of our society has been eaten. Who want to be the next one?
('Patih': Tuanku ..... Semua masyarakat kita telah dimakan. Siapa yang ingin menjadi yang berikutnya?)
Prabu Baka: Find it in the other kingdom....!!! Ha...ha...ha...ha....
(Prabu Baka: Temukan di kerajaan lain .... !!! !!! Hahahaha....)
The 'Patih': Ok. I will find in Pengging Kingdom. What do you think about it my lord?
(The 'Patih': Oke. Saya akan menemukan di Pengging Kingdom. Apa yang Anda pikirkan tentang itu tuanku?)
Prabu Baka: It's amazing idea. Practice all of our soldiers to beat the Pengging kingdom. Do you understand what I mean??!!!
(Prabu Baka: Ini ide yang luar biasa. Latih semua prajurit kita untuk mengalahkan kerajaan Pengging. Apakah Anda mengerti maksud saya ?? !!!)
untuk melihat lebih lanjut lihat link di bawah ini
https://textdramabahasainggris.blogspot.com/2019/03/text-drama-roro-jongrang-bahasa-inggris.html?m=1
3. legenda candi prambanan yang terkenal adalah legenda
legenda Loro Jonggrang
semoga membantu roro jonggrang
amoga membantu
4. Legenda candi prambanan berasal dari.....
Jawaban:
jawa tengah
Penjelasan:
semoga membantu
Jawaban:
Legenda candi prambanan ini dimulai dari cerita rakyat yang pada jaman dahulu kala ada seorang raja yang bernama Raja Boko. Raja Boko ini merupakan raksasa yang hidup dan tinggal di sebuah desa yang di namakan prambanan. Raja Boko tersebut telah memiliki seorang putri yang amat cantik yaitu Roro Jongrang,yangberasaldariJawaTengahPenjelasan:
#Semoga Membantu
#Jadikan jawaban tercerdas makasih ^_^
5. Bagaimanakah legenda tentang candi prambanan
Jawaban:
Dikisahkan pada zaman dahulu kala terdapat dua kerajaan yang saling berdampingan yaitu kerajaan Pengging dan kerajaan Baka. Kerajaan Pengging merupakan kerajaan dengan wilayah yang subur serta rakyatnya yang hidup makmur. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang prabu yang kuat bernama Damar Maya. Prabu Damar Maya memiliki seorang putra bernama Raden Bandung Bandawasa (juga dieja sebagai Bondowoso).
Kerajaan tetangganya yakni kerajaan Baka dipimpin oleh sosok raksasa yang memakan manusia bernama Prabu Baka. Meski perangainya yang menyeramkan, ternyata ia memiliki seorang putri cantik jelita bernama Roro Jonggrang.
Suatu hari, Prabu Damar Maya berniat memperluas daerah kekuasannya. Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah merebut kerajaan Baka. Sejak saat itu, pertempuran antara kerajaan Pengging dan Baka tak terelakkan. Dalam pertempuran tersebut prabu Damar Maya sempat mengalami kekalahan, namun ia tidak menyerah. Agar perang dapat berakhir maka ia mengutus putranya, Bandung Bondowoso untuk melawan prabu Baka.
Bandung Bondowoso yang memiliki kesaktian berhasil mengalahkan prabu Damar Maya hingga terbunuh.Melihat kekalahan tersebut, patih Gupala dari kerajaan Baka memutuskan untuk pergi meninggalkan medan pertempuran dan kembali ke kerajaan. Sesampainya di kerajaan, patih Gupala memberitahukan kematian prabu Damar Maya pada putrinya, Roro Jonggrang.
Roro Jonggrang seketika terkejut dan sedih.Di saat yang bersamaan Bandung Bondowoso menyerbu kerajaan Baka dan melihat Roro Jonggrang yang berada di dalam. Saat itu juga Bandung Bondowoso terpikat dan jatuh cinta akan kecantikan yang dimiliki Roro Jonggrang.Ia pun langsung meminang Roro Jonggrang untuk menjadi istrinya, namun Roro Jonggrang tidak serta merta menerimanya. Roro Jonggrang bersedia menikahi Bandung Bondowoso dengan syarat Bandung Bondowoso harus membuat seribu candi dan dua sumur yang sangat dalam. Bandung Bondowoso pun menyanggupinya.
Ia meminta bantuan pada balatentara yang semuanya adalah makhluk halus untuk membangun seribu candi dan dua sumur seperti yang disyaratkan oleh Roro Jonggrang. Berkat bantuan para makhluk halus, Bandung Bondowoso hampir menyelesaikan semua bentuk bangunan candi dan sumur.
Tinggal satu bangunan candi yang belum selesai dan masih dikerjakan. Melihat hal ini Roro Jonggrang bingung dan mencari cara untuk menggagalkannya. Akhirnya Roro Jonggrang membangunkan semua gadis untuk menumbuk padi yang membuat ayam pun berkokok mengira hari sudah pagi. Mendengar kokokan ayam tersebut, para makhluk halus segera menghentikan pekerjaan mereka. Bandung Bondowoso pun gagal memenuhi syarat meskipun kurang satu candi.
Tak pelak ia murka dan mengutuk semua gadis yang berada di sekitar kerajaan Baka tidak akan memiliki suami. Sedangkan Roro Jonggrang dikutuk menjadi arca. Arca Roro Jonggrang dapat dilihat sampai sekarang yang dikelilingi oleh candi Sewu.
Penjelasan:
Gaboleh Males Bacanya Kalo Mau Pinter!;)6. Pengarang legenda candi Prambanan
Jawaban:
tidak ada karangan tentang candi tersebut. melainkan cerita tersebut sudah ada sejak kerajaan Majapahit.
Penjelasan:
7. legenda tentang terjadinya candi Prambanan
Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Loro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
“Bagaimana, Loro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bisa membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!”
Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.
Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah, bagaimana ini?”, ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung… dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.
Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!” seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”, kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. “Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang.
8. Bagaimana kisah legenda Candi Prambanan
Jawaban: Disaat Bandung Dondowoso sudah hampir selesai membangun ke 1000 candi,Roro Jonggrang menyiasati agar candinya tidak selesai dengan cara memukul lesung agar ayam ayam di kampung berkokok dan agar dikira esok hari tlah tiba
Nah,dg begitu Jin jin yang diperintahkan oleh Bandung Bondowoso kabur karena takut dg sinar matahari yg berakibat Bandung Bondowoso hanya berhasil membangun 999 candi saja
Dan Bandung Bondowoso mengubah Roro Jonggrang menjadi patung dan dianggap sebagai Candi yg ke-1000.
Penjelasan:
Jawaban:
Seperti kita ketahui, Candi Prambanan tak lepas dari kisah Roro Jonggrang dengan Bandung Bondowoso. Konon, Raja Bandung Bondowoso yang membangun 1000 candi atas permintaan Roro Jonggrang. Sang Putri meminta pembangunan dilakukan dalam waktu satu malam sebagai syarat pernikahan.
Akan tetapi, Bandung Bondowoso tidak kuasa memenuhi permintaan Roro Jonggrang karena fajar sudah terlanjur datang. Rupanya, Roro Jonggrang lah yang telah menggagalkan pekerjaan Bandung Bondowoso dengan menciptakan fajar buatan. Bandung Bondowoso pun mengetahui hal tersebut lantas murka. Ia kemudian mengutuk Roro Jonggrang menjadi arca di Candi Prambanan, yang saat ini masih bisa dilihat.
9. Bagaimana kisah legenda candi Prambanan
Jawaban:
legendacandiPrambanan
Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Loro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
“Bagaimana, Loro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!”
Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.
Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah, bagaimana ini?”, ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung… dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.
Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!” seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut mengetahui kekurangan itu. Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”, kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. “Kalau begitu kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan disebut Candi Loro Jonggrang. Karena terletak di wilayah Prambanan, Jawa Tengah, Candi Loro Jonggrang dikenal sebagai Candi Prambanan
Jawaban:
Kisah Rara Jonggrang dan Candi Prambanan

Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan.
Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian?
Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging.
Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak
mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan
Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang
tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung
Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti
dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung
Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Roro Jonggrang, putri Raja
Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia
menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Roro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau
menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang.
Rara Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki
ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku
menjadi permaisurinya”, ujar Roro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus
aku lakukan ?”. Roro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya
berputar-putar.
Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah
besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk
mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Rara Jonggrang memang tidak
suka dengan Bandung Bondowoso. “Bagaimana, Rara Jonggrang ?” desak
Bondowoso. Akhirnya Roro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia
menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya?
Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu,
tuanku, kata Roro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya
harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu
harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Rara
Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah.
Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi
tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu,
siapkan peralatan yang kubutuhkan!” Setelah perlengkapan di
siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya
dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan
suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin
menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung
Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin.
“Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso.
Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam
waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu
buah. Sementara itu, diam-diam Roro Jonggrang mengamati dari
kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin.
“Wah, bagaimana ini?”, ujar Rara Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal.
Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan
jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Rara Jonggrang.
Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung…
dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi
suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru
jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,”
sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan
tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan
jin. Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke
tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang
segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!.
“Jumlahnya kurang satu!” seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal
memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut
mengetahui kekurangan itu.
Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”,
kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. “Kalau begitu
kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada
Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung
batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di
wilayah Prambanan, Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang.
10. Ringkasan legenda candi Prambanan
ada putri yang bernama rara jongrang yang di kutuk oleh bandung bondowoso karena putri tdk menepati janjinya dan putri menghentika pembangunan 1000 candi yang dibuat oleh bandung bondowoso dengan bala pasukan jinnya akhirnya kurang 1 candi hanya berjumlah 99 karena kesal akhirnya putri rara jongrang dikutuk untuk melengkapi candi yg kurang satu
11. Tuliskan legenda candi prambanan
candi prambanan cerita tentang seorang anak yang menyukai dan ingin melamar ortunya sendiri yang tak ia ketahui kemudian ia buat si lelaki tsb membuatkannya 1000 candi sampai sebelum matahari terbit namun gagal dan akhirnya si wanita di jadikan candi yang ke 1000
12. Jelaskan legenda candi prambanan
Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan. Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian? Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging. Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bandung Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Loro Jonggrang, putri Raja Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Loro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Loro Jonggrang. Loro Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku menjadi permaisurinya”, ujar Loro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus aku lakukan ?”. Loro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya berputar-putar. Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Loro Jonggrang memang tidak suka dengan Bandung Bondowoso.
“Bagaimana, Loro Jonggrang ?” desak Bondowoso. Akhirnya Loro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya? Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu, tuanku, kata Loro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Loro Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah. Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu, siapkan peralatan yang kubutuhkan!”
Setelah perlengkapan di siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin. “Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso. Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu buah.
Sementara itu, diam-diam Loro Jonggrang mengamati dari kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin. “Wah, bagaimana ini?”, ujar Loro Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal. Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Loro Jonggrang. Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung… dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,” sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan jin.
Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!. “Jumlahnya kurang satu!” seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal memenuhi syarat yang saya ajukan”. setelah itu sang tuan marah dan mengutuk roro jonggrang yg sekarang ada di candi prambanan.pada hari itu ada putri yang sangat cantik bernama Loro Jonggrang yang tinggal di kerajaan ayahnya yaitu kerajaan Prambanan. peda suatu hari ada pangeran yang bernama Bandung Banduwoso,dia tinggal di kerajaan yang dimusuhi oleh kerajaan Prambanan.Pada saat itu dia bertemu dengan Loro Jonggrang dia merasa jatuh cinta kepada Loro Loro Jonggrang dan mereka pun pacaran tapi Loro Jonggrang meminta agar Bandung Banduwoso membuata 1.000 candi di dalam 1 hari dan Loro Jonggrang menipu Bandung Bandowoso dan Loro Jonggrang pun menjadi patung.Makanya Candi Prambanan disebut juga Candi Loro Jonggrang
semoga bermanfaat^_^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^_^
13. legenda candi prambanan berasal dari
kerajaan mataram budhakerajaan mataram budha
maaf kalau salah
14. bagaimana kisah legenda candi Prambanan
Alkisah, pada dahulu kala terdapat sebuah kerajaan besar yang bernama Prambanan.
Rakyatnya hidup tenteran dan damai. Tetapi, apa yang terjadi kemudian?
Kerajaan Prambanan diserang dan dijajah oleh negeri Pengging.
Ketentraman Kerajaan Prambanan menjadi terusik. Para tentara tidak
mampu menghadapi serangan pasukan Pengging. Akhirnya, kerajaan
Prambanan dikuasai oleh Pengging, dan dipimpin oleh Bandung Bondowoso.
Bondowoso seorang yang suka memerintah dengan kejam. “Siapapun yang
tidak menuruti perintahku, akan dijatuhi hukuman berat!”, ujar Bandung
Bondowoso pada rakyatnya. Bandung Bondowoso adalah seorang yang sakti
dan mempunyai pasukan jin. Tidak berapa lama berkuasa, Bandung
Bondowoso suka mengamati gerak-gerik Roro Jonggrang, putri Raja
Prambanan yang cantik jelita. “Cantik nian putri itu. Aku ingin dia
menjadi permaisuriku,” pikir Bandung Bondowoso.
Esok harinya, Bondowoso mendekati Roro Jonggrang. “Kamu cantik sekali, maukah kau
menjadi permaisuriku ?”, Tanya Bandung Bondowoso kepada Roro Jonggrang.
Rara Jonggrang tersentak, mendengar pertanyaan Bondowoso. “Laki-laki
ini lancang sekali, belum kenal denganku langsung menginginkanku
menjadi permaisurinya”, ujar Roro Jongrang dalam hati. “Apa yang harus
aku lakukan ?”. Roro Jonggrang menjadi kebingungan. Pikirannya
berputar-putar.
Jika ia menolak, maka Bandung Bondowoso akan marah
besar dan membahayakan keluarganya serta rakyat Prambanan. Untuk
mengiyakannya pun tidak mungkin, karena Rara Jonggrang memang tidak
suka dengan Bandung Bondowoso. “Bagaimana, Rara Jonggrang ?” desak
Bondowoso. Akhirnya Roro Jonggrang mendapatkan ide. “Saya bersedia
menjadi istri Tuan, tetapi ada syaratnya,” Katanya. “Apa syaratnya?
Ingin harta yang berlimpah? Atau Istana yang megah?”. “Bukan itu,
tuanku, kata Roro Jonggrang. Saya minta dibuatkan candi, jumlahnya
harus seribu buah. “Seribu buah?” teriak Bondowoso. “Ya, dan candi itu
harus selesai dalam waktu semalam.” Bandung Bondowoso menatap Rara
Jonggrang, bibirnya bergetar menahan amarah.
Sejak saat itu Bandung Bondowoso berpikir bagaimana caranya membuat 1000 candi. Akhirnya ia bertanya kepada penasehatnya. “Saya percaya tuanku bias membuat candi
tersebut dengan bantuan Jin!”, kata penasehat. “Ya, benar juga usulmu,
siapkan peralatan yang kubutuhkan!” Setelah perlengkapan di
siapkan. Bandung Bondowoso berdiri di depan altar batu. Kedua lengannya
dibentangkan lebar-lebar. “Pasukan jin, Bantulah aku!” teriaknya dengan
suara menggelegar. Tak lama kemudian, langit menjadi gelap. Angin
menderu-deru. Sesaat kemudian, pasukan jin sudah mengerumuni Bandung
Bondowoso. “Apa yang harus kami lakukan Tuan ?”, tanya pemimpin jin.
“Bantu aku membangun seribu candi,” pinta Bandung Bondowoso.
Para jin segera bergerak ke sana kemari, melaksanakan tugas masing-masing. Dalam
waktu singkat bangunan candi sudah tersusun hampir mencapai seribu
buah. Sementara itu, diam-diam Roro Jonggrang mengamati dari
kejauhan. Ia cemas, mengetahui Bondowoso dibantu oleh pasukan jin.
“Wah, bagaimana ini?”, ujar Rara Jonggrang dalam hati. Ia mencari akal.
Para dayang kerajaan disuruhnya berkumpul dan ditugaskan mengumpulkan
jerami. “Cepat bakar semua jerami itu!” perintah Rara Jonggrang.
Sebagian dayang lainnya disuruhnya menumbuk lesung. Dung…
dung…dung! Semburat warna merah memancar ke langit dengan diiringi
suara hiruk pikuk, sehingga mirip seperti fajar yang menyingsing.
Pasukan jin mengira fajar sudah menyingsing. “Wah, matahari akan terbit!” seru
jin. “Kita harus segera pergi sebelum tubuh kita dihanguskan matahari,”
sambung jin yang lain. Para jin tersebut berhamburan pergi meninggalkan
tempat itu. Bandung Bondowoso sempat heran melihat kepanikan pasukan
jin. Paginya, Bandung Bondowoso mengajak Loro Jonggrang ke
tempat candi. “Candi yang kau minta sudah berdiri!”. Loro Jonggrang
segera menghitung jumlah candi itu. Ternyata jumlahnya hanya 999 buah!.
“Jumlahnya kurang satu!” seru Loro Jonggrang. “Berarti tuan telah gagal
memenuhi syarat yang saya ajukan”. Bandung Bondowoso terkejut
mengetahui kekurangan itu.
Ia menjadi sangat murka. “Tidak mungkin…”,
kata Bondowoso sambil menatap tajam pada Loro Jonggrang. “Kalau begitu
kau saja yang melengkapinya!” katanya sambil mengarahkan jarinya pada
Loro Jonggrang. Ajaib! Loro Jonggrang langsung berubah menjadi patung
batu. Sampai saat ini candi-candi tersebut masih ada dan terletak di
wilayah Prambanan, Jawa Tengah dan disebut Candi Loro Jonggrang.
Maaf kalo ada salah
Jawaban:
Penjelasan:
Legenda Candi Prambanan adalah cerita yang berasal dari rakyat, Menurut dari Cerita-cerita rakyat tersebut konon ada seorang raja yang bernama Raja Boko, Raja Boko ini adalah raksasa yang tinggal pada sebuah desa, desa itu bernamakan ialah “desa prambanan”, Raja Boko ini memiliki seorang putri yang cantik yakni putri Roro Jongrang, Lalu datanglah seorang kesatri dari kerajaan Pengging yang bernama “Bandung Bondowoso”,
Sejarah Legenda Candi Prambanan
Sejarah Legenda Candi Prambanan
Bandung Bondowoso ini kemudian mengalahkan Raja Boko, didalam kemenangan Bandung Bondowoso ini, Bondowoso langsung melamar Putri cantik Raja Boko yakni Roro Jonggrang, Lamaran Bandung bondowoso pada roro jongrang ini diterima namun tetapi memiliki syarat yang harus dapat dipenuhi oleh Bandung Bondowoso , syarat yang diberikan oleh Roro Jongrang terhadap Bandung Bondowoso ini adalah untuk membangun Seribu candi Dalam waktu yang sangat singkat yaitu satu malam .Kemudian Bandung Bondowoso pun Menerima syarat Roro Jonggrang dengan membangun 1000 candi.
Didalam pembangunan 1000 candi Bandung Bondowoso tersebut kemudian memakai bantuan makhluk halus bisa mewujudkan keinginan Roro Jonggrang. Namun tetapi, pada saat candi tersebut hampir mendekati angka Seribu candi (1000 buah candi ), Roro Jonggrang kemudian membunyikan lesung dengan bantuan rakyat yang mendukungnya, Didalam membunyikan lesung tersebut, bertujuan ialah untuk menipu ayam untuk dapat berkokok.
Supaya Bandung Bondowoso agar mengira hari telah pagi serta Bondowoso pun akan terpaksa berhenti dalam membuat 1000 candi, padahal sudah 999 buah candi yang tercipta, tinggal 1 buah candi lagi untuk dapat menggenapkannya untuk menjadi seribu candi. Namun tetapi, Bandung Bondowoso tersebut tahu tahu jika Sang Putri Roro Jongrang sudah berbuat licik pada dirinya, kemudian Bandung Bondowoso pun langsung marah serta memberikan suatu kutukan kepada Roro Jongrang, kutukan tersebut ialah “berubah menjadi batung untuk dapat menggenapkan candi yang dibuat oleh bandung bondowoso menjadi 1000 Buah Candi”.
Dalam sekejap saja Roro Jonggrang itu kemudian berubah menjadi patung. Didalam Cerita ini sesungguhnya tidaklah terjadi, melainkan Cerita tersebut hanya berupa legenda untuk rakyat yang berada disekitar Prambanan. Dan Sesungguhnya , Candi Prambanan tersebut tidak berjumlah 1000 buah seperti cerita diatas melainkan hanya berjumlah 250 buah Candi.
Patung Batari Durga Mahisa Suramardhani didalam Candi Siwa, oleh masyarakat yang berada disekitar dipercaya ialah sebagai penjelmaan Roro Jonggrang. Kalasan yang ditulis didalam bentuk puisi berbahasa Sansekerta serta juga huruf Pranagari, disebutkan ialah bahwa para rahib Buddha tersebut meminta izin kepada Raja Panangkaran untuk dapat mendirikan tempat suci ialah untuk Dewi Tara. Raja tersebut mengabulkannya serta juga menghadiahkan Desa Kalasan kepada para rahib. Dewi Tara sendiri ialah dewi kasih-sayang serta juga pelindung bagi umat Buddha.
15. Legenda apakah keberadaan. Candi prambanan?
Jawaban:
Legenda Roro Jongrang.
Posting Komentar untuk "Naskah Drama Legenda Candi Prambanan"